SEKOLAH DAMBAANKU
Sekolah dambaanku ? Yah, Tema ini sangat menarik untuk dibahas. Tentunya setiap anak sekolah yang masih mengenyam jenjang pendidikan (TK, SD, SMP, SMA,SMK, dll) memiliki selera atau keinginan masing-masing terhadap sekolah yang ingin ia masuki dari berbagai sisi. Dan itu bisa disebut dengan ‘Sekolah Dambaan’. Tetapi tentunya semua itu bertujuan agar lebih ‘menyatu’ dengan sekolah yang ia ingin masukin sehingga selama beberapa tahun ia duduk sebagai siwa disekolah dambaannya itu tentunya dituntut lebih berprestasi atau paling tidak menikmati aktivitas yang dilakukan disana. Saya, sebagai penulis artikel ini yang juga merupakan siswa SMA tentunya memiliki kriteria sebuah sekolah dari berbagai aspek yang menurut saya didambakan oleh banyak siswa/i/ di Indonesia. Menurut saya kriteria sekolah yang masuk sebagai sekolah dambaan bisa diurai dari berbagai aspek yaitu :
1. Guru
Sekolah yang
memiliki guru kreatif, santai, akrab, dsb pasti menjadi sekolah yang didambakan
setiap anak sekolah. Siswa sering mengkambinghitamkan salah satu guru yang
mengajarkan pelajaran tertentu di sekolahnya sebagai penyebab dia malas atau
tidak bergairah dalam ngikuti pelajaran. Meskipun pernyataan itu sangat
keterlaluan, namun pernyataan itu bisa juga dibenarkan. Guru yang menyugukan
topik pelajaran sehari-hari dengan santai dan menarik pasti akan meningkatkan
gairah siswa saat mengikuti pelajaran berlangsung. Materi yang sudah
dipersiapkan dengan matang serta dikemas dengan menarik dengan dibumbuhi humor
sedikit dalam penyampaiannya bisa meningkatkan semangat belajar siswa dan
menghilangkan ketegangan dalam ruangan kelas. Dimana pada dasarnya dengan cara
itu, siswa yang mendengar penjelasan dari guru mampu dengan mudah memahami
topik pelajaran tersebut. Interaksi yang dibangun guru juga penting, hubungan
siswa dan guru tidak hanya sekedar di dalam kelas saja. Diluar kelaspun hal itu
sangat penting karena siswa akan terbiasa berinteraksi dengan guru tersebut
atau dengan kata lain hubungan guru tidak seperti atasan dan bawahan dimana
saat dikelas rasa segan selalu yang diperlihatkan para murid namun dalam hal
ini bukan berarti menjadi sesuka hati terhadap guru. Guru yang memanfaatkan
teknologi juga dambaan siswa, dimana guru tersebut sambil mengajarkan materi
yang akan harus disampaikan juga sambil mengajarkan pengetahuan tentang
teknologi pada murid. Seperti contoh : Dalam nyampaikan materi guru tersebut
menggunakan media yang menarik, menyampaikannya juga dalam berupa animasi atau
power point, membuat tugas yang dikumpul lewat email, dalam flashdisk atau
dalam kaset yang bisa berupa file power point, word dsb sehingga siswa terbiasa
menggunakan program-program yang lebih penting daripada sekadar menggunakan
program games yang menghabiskan waktu.
2. Fasilitas dan Lingkungan
Sekolah
Aspek ini juga
sangat jadi dambaan, sekolah yang memilih fasilitas lengkap serta lingkungan
yang begitu nyaman dan bersahabat tentunya yang selalu dicari oleh para siswa.
Damun menurut yang menjadi dambaan sebenarnya adalah fasilitas yang benar-benar
membantu siswa dalam aktifitasnya disekolah bukan hanya sekedar fasilitas yang
hanya menunjukkan kemewahan (Kamera CCTV, Absen Elektronik, komputer di lab paling
cangging, dll). Namun fasilitas yang paling utama yaitu alat – alat peraga
untuk pelajaran tertentu seperti biologi, kimia, fisika. Juga alat visual juga
penting, seperti proyektor agar bisa siswa bisa mengerti dengan penayangan
animasi, video, games yang berhubungan dengan pelajaran itu. Karena jika hanya
lewat guratan dipapan tulis sebagian siswa pasti lambat memahaminya. Atau dengan kata lain minimal kelima laboratorium
yang ada disekolah (Lab. Komputer, Lab. kimia, Lab. biologi, Lab. bahasa, Lab.
Fisika) memiliki fasilitas yang bisa dikatakan lengkap itu yang menjadi idaman
setiap siswa. Dalam masalah lingkungan, sekolah yang memiliki kompleks yang
sangat sejuk bersih pasti jadi dambaan. Dengan segarnya udara disekitar sekolah
pastinya gairah untuk mengikuti pelajaran juga meningkat.
3. Mata Pelajaran
Menurut hemat saya, sekolah dambaan anak
Indonesia termasuk saya yaitu pengaturan mata pelajaran sejak seorang anak
duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMP). Sejak anak duduk di bangku SMP,
sebaiknya sudah bisa menentukan jurusan yang dia sukai (Bahasa, Fisika,
Biologi, Ekonomi dll). Sehingga dia tidak dibebani oleh mata pelajaran lain,
hanya butuh berkonsentrasi pada mata pelajaran yang ada pada jurusan
pilihannya. Pemilihan jurusan saat anak sudah berada di kelas XI itu kurang
efisien. Kenapa di SMP ? Waktu 2 tahun kurang efektif untuk mendalami,
mencintai, dan mengikuti mata pelajaran dalam jurusannya. Jika sudah sejak SMP
memilih jurusan pastinya siswa tersebut bisa berpotensi tinggi benar-benar menyatu
dengan jurusannya sehingga tidak ada kasus salah jurusan.
4. Hubungan Siswa
Sekolah akan menjadi dambaan setiap siswa
yang ingin masuk ke sekolah tersebut jika antar siswa saling kompak, saling
membantu, ramah, serta tidak menyesatkan sesama teman. Seringkali terjadi kasus
siswa yang baik dan berprestasi tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi nakal dan
berandalan. Biasanya itu disebabkan pengaruh teman. Peran guru BP disini sangat
penting, memberi arah-arah agar hubungan siswa lebih baik dan tidak saling
menjerumuskan. Memang sekolah itu tempat berkompetisi tapi bukan secara fisik
dan kata-kata namun lewat prestasi. Jadi sekolah yang memiliki siswa yang disiplin
dan kompaklah yang paling diidamkan siswa namun dalam hal ini kompak bukan
berarti kompak berbuat negatif tetapi hal positif. Misalnya saat istirahat
tidak membuat geng, tidak mengucilkan salah satu murid, melihat sampah kompak
membersihakan, jika ada pertadingan antar kelas tetap kompak dalam masih banyak
lagi.
5. Tugas dan Pekerjaan Rumah
Sekolah yang memiliki guru yang aktif
membuat tugas dan pekerjaan rumah memang sering dibenci murid, namun sebenarnya
itu yang didambakan. Karena dari aspek ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa
sekolah peduli dengan siswanya. Para guru tidak hanya monoton mengajarkan materi
yang harus dia sampaikan. Lalu dari situ juga kita bisa lihat bahwa gurunya
bukan pemalas. Dengan pembuatan tugas dan pekerjaan rumah bertujuan untuk
melatih siswa lebih mengerti pelajaran itu.
Mungkin itulah pembahasan aspek sekolah
yang menjadi idaman setiap siswa. Suatu
sekolah tidak harus mewah, atau berfasilitas paling lengkap. Namun bagaimana
pelayanan sekolah pada murid, kenyaman dalam sekolahlah, dan kelengkapan
peralatan belajar mengajar disuatu sekolahlah yang menjadi acuhan setiap siswa
menjadikan suatu sekolah menjadi sekolah dambaan.
Adapun harapan saya terhadap pendidikan di
Indonesia untuk kedepan yaitu semoga pemerintah Indonesia menemukan metode
pengajaran atau standar sekolah (Kurikulum, ujian kelulusan, mobiler sekolah
dll) yang lebih tepat dam sesuai dengan perkembangan zaman di era globalisasi
ini.
0 komentar :